• Facebook Perdosri Jatim
  • Instagram perdosri_jawatimur
  • Email perdosrijatim@gmail.com

Thumb
06 Feb
  • Redaksi
  • 06 Feb 2021

Sindroma Akar Saraf Servikal (Cervical Root Syndrome)

Apakah anda mengalami nyeri leher disertai kebas atau kesemutan pada lengan sampai jari tangan??
Anda mungkin mengalami sindrom akar saraf servikal atau Cervical root syndrome
---------
Apakah Cervical root syndrome (CRS)?
Cervical root syndrome merupakan suatu kumpulan gejala yang terjadi akibat penekanan atau iritasi dalam foramen intervertebralis dan memberikan keluhan subjektif dan atau objektif sesuai dengan distribusi dermatom atau miotom saraf spinal. CRS sendiri diakibatkan oleh berbagai sebab, salah satunya trauma. Selain itu bisa diakibatkan juga karena terdapat Spondylosis Cervicalis.
Spondilosis servikalis ini sering didapatkan pada pasien yang berusia lanjut dan merupakan penyebab terbanyak disfungsi medula spinalis pada pasien yang berusia lebih dari 55 tahun dan paling sering menyebabkan nyeri pada daerah leher hingga leher menjadi kaku. Apabila telah terjadi penekanan pada akar saraf spinal, maka dapat menimbulkan gejala neurologis seperti rasa kesemutan hingga rasa tebal dan kelemahan pada tangan.
Secara biomekanika, akar saraf servikal yang paling sering terkena adalah C5 dan C6, hal ini disebabkan karena pada segmen tersebut merupakan yang paling sering bergerak (mobile), sehingga gejala yang sering dikeluhkan pasien adalah pada distribusi akar saraf tersebut.
--------
Apakah gejala yang dirasakan oleh penderita?
- Adanya nyeri leher yang menjalar sesuai dengan dermatom saraf spinal, dan biasanya menyebar ke area belakang kepala (occipital); timbulnya nyeri biasanya perlahan-lahan namun kadang-kadang bisa timbul secara mendadak.
- Leher menjadi kaku dan gerakannya menjadi terbatas.
- Nyeri timbul atau bertambah berat jika leher digerakkan dan jika terjadi valsava (misalnya : batuk)
- Jika sudah terjadi penekana akar saraf spinal, maka dapat terjadi rasa tebal pada ditribusi dermatom saraf servikal yang terkena dan rasa kelemahan pada tangan sesuai dengan miotom saraf yang terkena.
Keluhan tersebut dapat bertambah berat jika pasien mempunyai aktivitas yang menyebabkan trauma berulang misalnya seorang kuli yang sering mengangkat beban yang berat di bahu atau di kepalanya, seorang penari profesional dengan gerakan leher yang berulang-ulang. Selain itu, aktivitas dengan posisi tertentu yang lama atau tidak sesuai misalnya penjahit atau yang sering menggunakan komputer juga dapat menyebabkan keluhan menjadi lebih berat.
--------
Bagaimanakah Penanganannya?
Tujuan penanganan yang diberikan adalah : mengurangi nyeri, memperbaiki defisit neurologis dan meningkatkan fungsi, serta mencegah rekurensi
Penatalaksanaan yang dapat diberikan :
a. Edukasi : proper positioning dan body mechanics (belajar mempertahankan posisi netral selama aktivitas dan menjaga posisi ergonomik leher), terutama saat beraktivitas.
b. Istirahat dengan imobilisasi menggunakan cervical collar yaitu alat penyangga leher digunakan terutama fase akut
c. Pemberian obat-obatan yang sesuai
d. Modalitas :
- Terapi thermal (cold atau heat)
- Elektroterapi : Electrostimulation (ES) dan TENS
- Traksi
- Massage
e. Latihan (exercise) yang sebaiknya didampingi oleh instruktur atau terapis yang ahli di bidangnya
- Stabilisasi servikotorakal
- Latihan luas gerak sendi aktif dan pasif
- Latihan peregangan (stretching)
- Latihan Penguatan (strengthening)
f. Program latihan dirumah dengan tujuan untuk mempertahankan program yang telah dilakukan pasien sesuai dengan toleransi masing-masing pasien.
Tips Buat Anda :
- Hindari atau kurangilah aktivitas atau gerakan / posisi tertentu dalam waktu yang lama .
- Lakukanlah peregangan (stretching) pada leher dan bahu anda disela-sela aktivitas sehari-hari .
- Jika keluhan masih berlanjut silakan konsultasi ke dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di poli Rehabilitasi Medik terdekat.