• Facebook Perdosri Jatim
  • Instagram perdosri_jawatimur
  • Email perdosrijatim@gmail.com

Thumb
19 Jul
  • Redaksi
  • 19 Jul 2021

Bernapas Lega dan Bugar Selama Pandemi

Bernapas Lega dan Bugar Selama Pandemi

(Dibawakan oleh dr. Dewi Poerwandari, Sp.KFR (K) pada acara peringatan Hari Disabilitas Internsional yang diadakan PERDOSRI Jawa Timur pada 6 Desember 2020)

 

Menurut WHO, Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh SARS-COV-2 dengan kemungkinan 80% pasien sembuh, 15% pasien mengalami sakit berat dan perlu oksigen, dan 5% pasien mengalami sakit kritis dan perlu perawatan intensif. Semua orang berisiko terkena Covid-19 terutama pada lansia, penderita hipertensi, gangguan jantung dan paru, diabetes mellitus, dan pasien kanker. Setiap pasien Covid-19 bervariasi manifetasi, masa penyembuhan, dan kembali beraktifitasnya. Keparahan penyakit diprediksi mempengaruhi masa penyembuhan. Seperti dilansir oleh Satgas Covid-19, gejala Covid-19 terutama berupa demam, batuk pilek, letih, lesu, dan gangguan pernapasan. Sedangkan, gejala paska Covid-19 dapat berupa kelelahan tubuh, gejala pada sistem kardiorespirasi, bahkan gejala pada sistem neurologis.

Anjuran WHO yang diadaptasi oleh Satgas Covid-19 di Indonesia adalah berhati-hati akan terjadinya infeksi Covid-19, mengikuti informasi terkini dari sumber yang terpercaya, dan saling mendukung antar sesama individu. Sedangkan anjuran pencegahan penyebaran Covid-19 meliputi : disiplin menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun/cairan pembersih tangan sesering mungkin, menjaga jarak aman dengan orang sekitar 1-2 meter (physical distancing), tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut, etika bersin/batuk yang benar (menutup dengan siku/tissue bila bersin dan batuk), tetap di rumah bila tidak ada kepentingan mendesak, menjaga imunitas tubuh dengan asupan makanan yang bergizi dan isitirahat yang cukup, dan segera ke layanan kesehatan terdekat bila mengalami demam, batuk, atau sesak.

Adanya sesak nafas merupakan salah satu gejala paska Covid-19 yang dapat menurunkan toleransi dalam beraktifitas serta meningkatkan kecemasan saat beraktifitas sehingga dibutuhkan ketenangan dan latihan fisik bertahap sesuai toleransi agar daya tahan tubuh membaik. Beberapa posisi untuk mengurangi sesak sesuai dengan kenyamanan tiap individu, meliputi :

  1. berbaring miring dengan kepala dan leher disangga bantal dengan kedua lutut ditekuk
  2. duduk di kursi dengan kepala dan leher disangga bantal di atas meja
  3. duduk di kursi tanpa meja di depan dan tubuh condong ke depan dengan lengan di paha/di pegangan kursi
  4. berdiri di belakang kursi dan bersandar di kursi dengan bahu, pinggul, dan lutut rileks
  5. berdiri rileks bersandar di dinding dengan lutut ditekuk.

 

Latihan bernapas dapat dilakukan baik dengan teknik kontrol pernapasan maupun teknik paced breathing. Teknik kontrol pernapasan dilakukan dengan cara duduk yang nyaman dengan satu tangan di depan dada dilanjutkan dengan menghirup nafas lewat hidung dan menghembuskan nafas lewat mulut. Sedangkan teknik paced breathing dilakukan saat beraktifitas dengan cara menghembuskan nafas lewat mulut saat mengeluarkan tenaga dan menghirup napas lewat hidung ketika tidak mengeluarkan tenaga. Bila tetap sesak, sebaiknya berhenti beraktifitas dan mengontrol nafas terlebih dahulu sebelum melanjutkan aktifitas.

Pasien Covid-19 tanpa penyakit lain paska 7 hari tanpa gejala sebaiknya memulai aktifitas fisik 50% dibanding kemampuan sebelum sakit. Untuk kembali beraktifitas paska sembuh dari Covid-19, beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

  1. memastikan tubuh benar-benar sehat
  2. memulai aktifitas fisik sesuai dengan kemampuan secara bertahap sesuai toleransi
  3. mencari aktifitas fisik yang lebih ringan
  4. tetap semangat dalam menjalani aktifitas
  5. menempatkan jadwal istirahat maupun tidur yang cukup di antara aktifitas fisik

 

Sebaiknya latihan fisik ditunda bila muncul keluhan berupa demam, mual, badan terasa sakit, pusing, batuk, sesak berat/sesak saat istirahat, keringat dingin, rasa penuh di dada, nyeri dada, atau palpitasi. Pasien Covid-19 dengan gangguan jantung paru perlu berkonsultasi dulu dengan dokter yang merawat sebelum berlatih. Keamanan dalam melakukan latihan dapat diperoleh dengan cara: melakukan pemanasan sebelum dan pendinginan setelah latihan inti, memakai pakaian dan alas kaki yang nyaman di lingkungan yang aman dan nyaman, minum cairan yang cukup, menjaga jarak bila latihan bersama orang lain di luar ruangan, dan pemberian jarak 1 jam bila latihan dilakukan setelah makan.

 

Latihan pemanasan dapat dilakukan dengan gerakan shoulder srugs, shoulder circle, side bends, knee lifts, ankle taps, dan ankle circle. Latihan inti dapat dilakukan dengan berjalan kaki, jogging, atau bersepeda dengan durasi 20-30 menit/latihan, minimal 5x/minggu. Latihan pendinginan dapat berupa latihan jalan di tempat maupun latihan peregangan otot. Latihan penguatan otot anggota gerak atas dan bawah dilakukan ketika tubuh sudah beradaptasi dengan latihan aerobik yang telah dilakukan sebelumnya.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kembali beraktifitas sehari-hari, meliputi:

  1. pengaturan target aktifitas sehari-hari
  2. menghemat energi yang dikeluarkan oleh tubuh
  3. mengerjakan pekerjaan ringan di sela-sela tugas yang lebih berat secara fisik
  4. menerima bantuan saat mengerjakan aktifitas sehari-hari yang berat
  5. mengukur kemampuan beraktifitas dan memulai tugas secara bertahap sesuai toleransi fisik.

 

Kunjungan segera ke layanan kesehatan dilakukan bila terdapat keluhan, antara lain : sesak berat yang tidak membaik dengan latihan pernapasan, sesak nafas/rasa lelah yang sangat dengan aktifitas ringan dan tidak mereda dengan posisi relaksasi, tidak dapat menyelesaikan satu kalimat saat diajak bicara karena sesak, dan perasaan yang berubah sejak sakit dan tidak dapat diatasi sendiri. Konsultasi ke dokter diperlukan bila setelah latihan muncul keluhan nyeri dada, demam, palpitasi, atau sesak nafas.