• Facebook Perdosri Jatim
  • Instagram perdosri_jawatimur
  • Email perdosrijatim@gmail.com

Thumb
18 Nov
  • Redaksi
  • 18 Nov 2021

TULANG SEHAT UNTUK HIDUP OPTIMAL

Narasumber: dr. Yohan C Suisan, Sp.KFR, Mked.klin

Moderator: dr. David Sugiarto, Sp.KFR, Mked.klin

 

 

Tulang merupakan bagian tubuh yang penting untuk dapat menunjang hidup yang optimal. Tanpa tulang, manusia tidak dapat bergerak. Tulang yang tidak sehat dapat mengganggu pergerakan tubuh, misalnya seseorang yang mengalami patah tulang akibat kecelakaan lalu lintas sehingga mengganggu kemampuan pergerakan bagian tubuh yang mengalami patah tulang tersebut. Keterbatasan pergerakan ini selanjutnya mempunyai potensi untuk menimbulkan komplikasi imobilisasi lama seperti kontraktur sendi, sindroma dekondisi, dan lain sebagainya. Selain sebagai alat gerak tubuh, tulang juga berfungsi untuk menyimpan kalsium. Kalsium diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh, salah satunya mempengaruhi fungsi kerja otot jantung.

Untuk dapat meningkatkan cadangan kalsium dalam tulang pastikan konsumsi harian kalsium yang cukup yaitu 700-1000mg/hari. Sumber kalsium dapat diperoleh terutama melalui susu dan produk olahannya, seperti keju dan yoghurt.  Kalsium juga terkandung dalam menu diet yang lain seperti almond, sayuran hijau tua kecuali bayam, pok choy, brokoli, kacang kedelai dan tahu yang fortifikasi. Selain menu diet, untuk menjaga kesehatan tulang diperlukan juga adanya adaptasi tulang terhadap beban atau tekanan yang diberikan ke tulang. Makin berat beban yang diterima oleh tulang, makin banyak kalsium yang akan dimasukkan atau dipertahankan oleh tulang. Jenis aktivitas atau latihan yang dapat merangsang tulang tetap dalam kondisi yang baik untuk memasukkan atau mempertahankan kalsium dalam tulang adalah latihan dengan beban yang lebih berat daripada aktivitas sehari-hari. Dengan kata lain tidak bisa hanya dengan latihan seperti jalan santai, berenang atau bersepeda. Latihan yang dimaksud untuk dapat mempertahankan kesehatan tulang misalnya lari, joging, atau lompat tali. Pada orang tua yang sulit untuk melakukan aktivitas atau latihan lari, joging, atau lompat tali dapat dilakukan latihan beban dengan dumbell atau elastic band 8-12 repetisi minimal 2 set, minimal 2 kali per minggu. Beban dapat ditingkatkan bertahap tiap 2-4 minggu. Target latihan beban terutama adalah untuk tulang punggung dan paha sebagai tulang penyangga tubuh dan bagian yang rawan mengalami patah tulang pada populasi orang tua.

Selain asupan kalsium dan aktivitas atau latihan, pola hidup sehari-hari seperti konsumsi kafein juga dikatakan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tulang. Beberapa penelitian mengataan bahwa kafein berkorelasi dengan kejadian keropos tulang, namun demikian hal tersebut juga ditunjang dan berhubungan dengan faktor genetik sehingga tidak semua peminum kopi mengalami keropos tulang. Faktor faktor lain yang berpengaruh pada kondisi kesehatan tulang adalah jenis kelamin, dimana pada usia tua wanita lebih mudah mengalami keropos tulang daripada pria karna pengaruh menopause atau kadar estrogen yang turun.